resensi buku : GADIS JAKARTA


Gadis Jakarta karya Najib kaelani, Novelis Mesir ini menceritakan kondisi pergolakan politik Indonesia tahun 1965,anak dedengkot masyumi yang harus berjuang sendirian membebaskan ayah dan kekasihnya yang ditahan oleh “partai”,karena menentang haluan ideologi “partai”. ”partai”(PKI) demikian menguasai percaturan politik Indonesia ketika itu. Mereka menggunakan berbagai cara untuk mencapai cita-cita. Namun kegigihan Az Zaim (ketua partai) kandas oleh kegigihan seorang gadis muda. Karena  Az Zaim nekat menggunakan berbagai cara, termasuk menculik dan memenjarakan sang ayah dan kekasih Fatimah(nama gadis itu).


Novel ini juga bisa disebut novel sejarah, karena menceritakan babak demi babak pergolakan politik, yang menutur setting cerita ini adalah pemberontakan PKI. Uniknya penulis menggunakan berbagai symbol untuk memperkuat ide cerita. Namun kesan romantis dari sebuah novel masih tetap terjaga dengan baik. Barangkali novel ini adalah satu-satunya novel yang ditulis oarng asing, khususnya arab tentang kondisi Indonesia. Bisa jadi kedekatan ideologis antara Indonesia dan mesir yang mengilhami penulis. Seperti kedekatan ideologi masyumi dengan ikhwanul muslimin di Mesir.

Perjalanan Hidup di SMAdaBO

Saat pendaftaran diSMAdaBo,perasaan takut campur seneng yang aku rasakan.Takutnya karena takut enggak diterima diSMAdaBo,senengnya udah lulus dari SMP.Harapanku waktu itu bisa satu sekolah lagi sama someone tapi itu hanya menjadi harapan saja.
hari terakhir pendaftaran aku berada diurutan no 3 dari bawah,Bayangkan no 3 dari bawah!!!!!!!!sangat-sangat mengenaskan sekali
tapi alhamdulillah aku masih diterima.orang prtama yang aku kenal yaitu indah yang sekarang duduk di kelas XI-Ia2.


Saat masuk pertama kali yaitu wakyu MOS perasaan takut campur malu yang ada dalam pikiranku.
Dengan baju putih,rok hitam,rambut dikuncir 11 dengan pita orange dan hitam,dengan tas,kardus+sandal jepit digantung ditas dan kalung permen aku berjalan memasuki gerbang SMADABO dan menuj kelas X-2,saat itu aku duduk dengan indah.
Waktu keamanan rasanya ak pengen nangis karena takut ma kakak-kakak osis yang jahatnya minta ampun.


Hari pertma masuk dikelas X-2 setelah MOS aku duduk dengan Indamas anak yang super cerewet,suaranya menggemparkan dunia tapi baik hati dan gak sombong.Guru yang aku takuti BU wahyu guru B.ingg aku takut karena aku gak bisa B.ingg.Teman akrab waktu kelas 1 yaitu Ely,Tanty n Dwi.
Keadaan kelas X-2 sangat kompak dan menyenangkan,kekompakan tidak mengerjakan PR itu yang sering terjadi.........hehehehe:)
kenangan yang sangat mendalam saat bercanda dengan teman-teman dan saat mengejek SITI hahahaa:D


gak terasa sudah kenaikan kelas,perasaan sedih tentunya harus berpisah dengan teman sekelas
Saat masuk IA 1 ternyata ada Arum dan Gondang(Dimas) yang masih 1 kelas m aku.Keadaan dikelas Ia 1 beda banged dengan X-2,Ia 1 yang sepi dan X-2 yang selalu rame.
Tapi lama-kelamaan setela beberapa beradaptasi akhirnya Ia 1 menjadi rame dan menyenangkan seperti sekarang.